vaksin kanker serviks

Saat ini vaksin kanker serviks sudah diterapkan sebagai vaksin wajib usia 10 tahun di sekolah sekolah dasar. Sejauh mana keamanan vaksin kanker serviks ini pada anak anak? Haruskah vaksin ini diberikan sedini itu? Mengutip dari deherba.com, berikut jawaban seputar vaksin kanker serviks untuk anak.

Apa Sebenarnya vaksin kanker serviks?

Vaksin yang bertujuan sebagai anti pembentukan tumor ganas pada serviks ini sebenarnya merupakan vaksin HPV. Atau vaksin anti Human Papiloma Virus. Virus ini merupakan penyebab 90% kasus kanker serviks. Juga dapat menjadi penyebab kanker lain seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker anus, kanker vagina, kanker vulva dan lain sebagainya.

Sementara kanker serviks merupakan ancaman kanker yang cukup besar untuk wanita, mengingat jumlah kasusnya yang demikian tinggi, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Jadi sudah tentu, vaksin ini sifatnya sangat disarankan untuk dilakukan.

Vaksin HPV ini akan bekerja membentuk imunitas tubuh untuk mengenali virus dan mencegah serangan virus HPV. Sehingga ketika virus masuk, maka imunitas dengan lebih efektif menyerang virus sebelum membentuk infeksi pada tubuh.

Virus HPV sendiri sebenarnya biasa hidup di dalam tubuh manusia. Sebagian besar hidup pada area vagina sebagai tempat yang dianggap nyaman oleh virus. Infeksi ringan karena HPV sendiri kerap terjadi. Namun biasanya sembuh dengan sendirinya seiring imunitas melakukan tugasnya.

Biasanya, HPV membentuk lesi pada area yang terinfeksi, membentuk iritasi berat yang disertai dengan tumpukan kista kista kecil. Ini menyebabkan kerusakan jaringan yang berat yang pada akhirnya dapat memicu terbentuknya kanker.

Namun dari setidaknya 100 jenis HPV, 40 di antaranya berpotensi menyebabkan kanker. Dari semua itu, tipe 16 dan tipe 18 menjadi penyebab lebih dari 80% kasus kanker serviks dan kanker lain terkait HPV.

Di sinilah peran vaksin HPV, untuk mencegah infeksi terjadi. Sehingga juga mencegah terbentuknya kanker. Vaksin sendiri dilakukan dalam 2 tahapan dan biasanya terdiri dari 2 jenis yakni.

Cervarix

Vaksin HPV khusus tipe 16 dan 18

Gardasil

Vaksin HPV untuk tipe 16 dan 18, sekaligus juga untuk HPV tipe 6 dan 11 yang dalam jumlah terbatas juga kerap menyebabkan infeksi pada orga genital

Gardasil 9

Vaksin HPV untuk 9 jenis virus Human Papiloma, yakni tipe 16, 18, 6, 11, 31, 33, 45, 52 dan 58.

Perlukah Vaksin Kanker Serviks Diberikan Pada Anak?

 

Dalam penjelasan WHO, dikatakan bahwa waktu terbaik untuk memberikan vaksin HPV adalah sebelum wanita memasuki usia subur. Itu artinya memang usia 10 tahun merupakan usia paling sempurna untuk mendapatkan vaksin HPV.

Karena biasanya anak perempuan akan mendapatkan haid pertama mereka di usia 11 tahun ke atas. Diharapkan vaksin ini sudah bekerja sebelum fungsi pada organ seksual dan reproduksi mereka aktif.

Vaksin ini bisa diberikan pasca masa haid datang, sekitar usia 15 tahun sampai 26 tahun. Tetapi dengan efektivitas lebih rendah. Namun vaksin tidak lagi efektif untuk diberikan pada wanita usia di atas 26 tahun, terutama pada wanita yang sudah melakukan aktivitas seksual. Karena bisa jadi, penularan virus sudah pernah terjadi sebelum vaksin diberikan.

Sejauh ini efektivitas dari vaksin HPV ini terbilang tinggi. Beberapa negara yang sudah terlebih dulu menjalankan vaksin ini dengan optimal menunjukan penurunan kasus kanker serviks secara signifikan. Sehingga tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan vaksin kanker serviks ini untuk diberikan pada anak anak.

 

By Nurul K