Tandon Buatan Warga Hanya Menampung 1.000 Liter Air

Tiga desa di lokasi Wongsorejo mengalami kekeringan. Pada musim kemarau tahun ini, warga terlalu krisis air. Untuk mengatasi krisis air, para petani
membuat tandon air beralaskan terpal dengan nilai jual terpal yang mahal dengan penyangga berasal dari bambu.

Tandon made ini warga Bangsring ini untuk menampung air tadah hujan di sementara musim hujan datang. Selanjutnya air tadah hujan ini digunakan untuk mengairi tanaman cabai. Berhubung sekarang i sedang musim kemarau, tandon selanjutnya berubah faedah untuk area penampungan air yang didapatkan berasal dari pertolongan truk tangki Badan Penanggulangan Bencana Darah (DPBD) Banyuwangi.

 

Meski cuma mampu menampung air sebanyak 1.000 liter, keberadaan air selanjutnya terlalu berfungsi sekali bagi kelangsungan hidup hewan ternak. Warga lebih tekankan hewan ternak mereka dibandingkan lahan cabai yang mereka miliki. “Lebih baik memberi minum sapi dan kambing. Sebab, kalau dijual harganya lebih mahal daripada cabai,” ungkap Ahmadi, 45, warga Dusun Krajan, Desa Bangsring.

Wilayah Wongsorejo jarang hujan meski di beragam area di Banyuwangi tetap turun hujan di dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini diakibatkan nyaris semua lokasi Wongsorejo dikelilingi pegunungan. Sehingga sering terjadi kekeringan yang berkepanjangan.

 

Seluruh desa yang mengalami kekeringan selanjutnya berada di lereng pegunungan yang berjarak tidak cukup lebih 13 Km) berasal dari pusat Kecamatan Wongsorejo. Camat Wongsorejo Sulistiyowati mengatakan, tak hanya telah memasuki musim kemarau, kekeringan di lokasi selanjutnya termasuk diakibatkan halangan sumur bor rusak.

Sumur bor telah tersedia di beberapa titik lahan pertanian maupun permukiman warga. “Pihak BPBD Banyuwangi telah mengirim air ke desa yang kekeringan. Air pertolongan berasal dari BPBD Banyuwangi digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan minuman untuk ternak mereka.

 

Selain itu, perkebunan Selogiri yang berada tidak jauh berasal dari permukiman penduduk. Perkebunan Selogiri telah memberi tambahan pertolongan suplai air kepada warga. Sehingga suasana ini dinilai mampu mengurangi beban warga. Lokasi yang mengalami kekeringan terkandung di lereng gunung dan lokasi perkebunan hutan jati.

Kecamatan Wongsorejo merupakan ujung utara berasal dari lokasi Kabupaten Banyuwangi yang terkandung 12 desa. Struktur tanah di kawasan Kecamatan Wongsorejo ini berbeda dengan kecamatan lainnya di Banyuwangi dengan curah hujan yang lebih kecil. “Jika kecamatan lain di Banyuwangi turun hujan belum pasti di Wongsorejo tersedia hujan. Iklimnya terlalu berbeda,