Pengertian dan Subsektor Ekonomi Kreatif (Lengkap)

Saat ini, ekonomi kreatif memiliki potensi untuk menjadi tulang punggung yang menopang perekonomian negara kedepannya. Karena itu, diperlukan pula pengetahuan dan kerjasama yang baik. Untuk kamu, kami akan mengenalkan pengertian dan subsektor ekonomi kreatif.

Setelah kamu mengetahui dan memahami akan ekonomi kreatif, kami harap kamu dapat menjadi salah satu pelaku ekonomi kreatif sehingga baik masa depan kamu maupun masa depan negara akan menjadi lebih cerah.

Apa Pengertian Dari Ekonomi Kreatif?

Istilah ekonomi kreatif digunakan untuk mengidentifikasi dan menyebut sebuah konsep perekonomian yang perkembangannya dilakukan berdasarkan pada aset kreatif. Tentu saja, asset kreatif tersebut sangat berpotensi untuk menciptakan perkembangan ekonomi.

Asset kreatif yang dimaksud adalah ide, gagasan, kreativitas, pengetahuan dan keterampilan manusia. Karena memiliki dasar asset kreatif yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman maupun perkembangan teknologi, konsep ini berkelanjutan dan bisa mendunia.

Produk dari industri kreatif memiliki daya saing yang tinggi dan bukan tidak mungkin bisa bersaing di pasar Internasional. Hal itu dapat diwujudkan karena adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kreativitas tinggi dan diikuti dengan semangat inovasi.

Apa Saja yang Termasuk Subsektor Ekonomi Kreatif?

Subsektor adalah sekumpulan program, maka dari itu subsektor ekonomi kreatif adalah sekumpulan program yang mengusung konsep ekonomi kreatif. Di Indonesia sendiri, subsektor dari ekonomi kreatif ada 17 jenis. Berikut 17 subsektor ekonomi kreatif dan contohnya:

  • Fashion

Dalam menghasilkan produk fashion seperti pakaian baik berupa kemeja, kaos, celana, dan bahkan kerudung beserta dengan aksesorisnya, ide dan kreativitas sangat dibutuhkan. Selain dari designer atau perancang busana, ide tersebut dapat muncul dari orang lain.

  • Desain

Sama halnya dengan fashion, designer grafis, produk, interior, dan lainnya juga membutuhkan ide serta kreativitas untuk dapat membuat sebuah karya.

  • Kerajinan (craft)

Jika membahas kerajinan, kerap kali kita berpikir mengenai proses pembuatannya yang kebanyakan menggunakan cara tradisional, ‘kan? Proses pembuatan menggunakan cara tradisional inilah yang membutuhkan kreativitas dan ide serta semangat berinovasi.

Meskipun industri kerajinan tidak menghasilkan produk yang banyak, namun industri ini tetap menggunakan konsep ekonomi kreatif yang menggunakan sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

  • Pasar barang seni dan barang antik

Selain industri kerajinan, terdapat subsektor dari ekonomi kreatif yang menggunakan kreativitas dan ide yaitu pasar barang seni dan barang antik. Untuk dapat melakukan pelelangan atau pameran karya seni dan barang antik, tentu saja membutuhkan kreativitas, ‘kan?

  • Advertising

Iklan atau advertisement dibuat untuk dapat menarik perhatian para konsumen dan calon konsumen. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pembuatan iklan tentu saja membutuhkan ide kreatif yang terkadang mungkin saja berupa ide nyeleneh dan juga aneh.

  • Game

Sekarang, bukan hanya anak – anak yang menggunakan game sebagai media hiburan. Tidak hanya sebagai media hiburan, game juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang membutuhkan kreativitas pada pembuatannya.

  • Arsitektur

Pada dasarnya, subsektor arsitektur hampir mirip dengan subsektor desain karena menghasilkan produk berupa desain.

  • Broadcasting

Dalam membuat program broadcasting (radio dan televisi), dibutuhkan kreativitas untuk menghasilkan program yang menarik, memiliki pesan atau dapat menjadi sarana edukasi, dan juga memiliki peminat.

  • Musik

Baik dalam pembuatan lagu, komposisi, lirik, atau untuk membuat sebuah pertunjukan musik, kreativitas dibutuhkan di dalamnya.

  • Film, fotografi dan video

Pelaku industri pada subsektor ini harus memiliki kreativitas untuk menghasilkan seni dan cerita melalui gambar maupun video.

  • Kuliner

Selama ada orang yang makan dan senang menikmati makanannya, bisnis kuliner tidak akan ada matinya. Pebisnis kuliner kemudian membutuhkan kreativitas untuk berinovasi di tengah ketatnya persaingan.

  • Showbiz (seni pertunjukan)

Untuk dapat menghasilkan sebuah pertunjukan baik itu pertunjukan tari, teater, maupun pertunjukan tradisional, pelaku ekonomi harus memiliki ide dan kreativitas yang tinggi berkaitan dengan pengembangan konten.

  • Aplikasi (software)

Karena penggunaan smartphone yang saat ini sudah menjadi kebutuhan, industri penghasil aplikasi atau software juga harus menghasilkan produk baru yang aplikatif dan menarik untuk para pengguna dengan menggunakan ide, kreativitas dan inovasi.

  • Desain produk

Masyarakat menginginkan produk yang berkualitas, sehingga desainer produk harus kreatif untuk berinovasi.

  • Seni rupa

Untuk menghasilkan karya seni yang dapat dinikmati baik visual maupun sentuhan, para seniman perlu memiliki kreativitas tinggi.

  • Penerbitan dan percetakan

Memiliki peran penting bagi kekuatan intelektual masyarakat, subsektor ini diharuskan untuk terus berinovasi.

  • Desain komunikasi visual

Untuk mencapai tujuan yang dimaksud dengan memanfaatkan elemen visual, subsektor ini membutuhkan banyak sekali gagasan kreatif.

Bagaimana, apakah setelah mengetahui 17 subsektor dari ekonomi kreatif kamu memiliki ketertarikan dan keinginan untuk menekuni salah satu dari subsector atau sector dari ekonomi kreatif? Jika iya, kami doakan agar kamu sukses, ya!