Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Konjungsi Temporal

Mungkin masih banyak dari kita yang tidak familiar dengan kata “ konjungsi temporal“. Dalam kamus bahasa Indonesia, konjungsi merupakan kata penghubung. Sedangkan temporal menurut kamus Bahasa Indonesia merupakan hal yang berkaitan dengan waktu. Jadi kata konjungsi temporal bisa kita artikan sebagai kata hubung yang berkaitan dengan waktu dalam satu kalimat atau kalimat itu sendiri.

Jenis Dan Contoh Kata Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal dibagi menjadi dua, yaitu konjungsi temporal sederajat dan juga konjungsi temporal tidak sederajat. Sesuai dengan Namanya, konjungsi temporal sederajat, konjungsinya bersifat sejajar atau setara yang dimana kata konjungsi sederajat ini tidak bisa anda letakan di awal maupun di akhir kalimat.

Dalam dunia pendidikan, ada beberapa contoh kata konjungsi temporal sederajat yang sering kita temukan dalam satu kalimat antara lain kemudian, selanjutnya, lalu, sebelumnya dan juga setelahnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kata konjungsi seperti itu tidak bisa kita letakan di awal maupun akhir kalimat.

Sedangkan konjungsi tidak sederajat merupakan kata hubung yang bisa diletakan baik diawal kalimat, tengah kalimat maupun akhir kalimat. Beberapa contoh kata konjungsi yang biasa kita temukan yaitu, saat, sejak, sementara, ketika dan apabila. Contoh kata konjungsi tidak sederajat yaitu “ bila kakak membawa motor ugal ugalan, maka kakak akan mengalami kecelakaan “. Kata bila merupakan konjungsi tidak sederajat sehingga bisa diletakan di awal kalimat.

Ciri – Ciri Konjungsi Temporal

Setelah mengetahui apa saja jenis konjungsi temporal dan bagaimana contohnya, selanjutnya kita akan membahas apa saja ciri – ciri kata konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat. Ciri ciri kata konjungsi temporal antara lain yaitu kata konjungsi dimanfaatkan untuk penempatan. Untuk temporal tidak sederajat dapat ditempatkan di awal kalimat, tengah kalimat maupun akhir kalimat.

ciri ciri kata konjungsi yang selanjutnya adalah berfungsi sebagai subjungtif atau kata pengandaian sehingga kalimat tersebut memiliki makna agar mudah dimengerti, bisa menjadi tautan antara klausa dengan kalimat induk dan ciri yang terakhir kalimat yang mengandung konjungsi memiliki sebuah ikatan yang berhubungan dengan waktu.

Selain konjungsi temporal masih ada jenis konjungsi berdasarkan fungsinya antara lain, konjungsi pertentangan yang menghubungkan dua kalimat yang setara namun mempertentang kedua kalimat tersebut. Ada juga konjungsi aditif yang menggabungkan dua kata yang sederajat.

Selanjutnya ada konjungsi waktu, konjungsi final, konjungsi kausal, konjungsi konsekutif, konjungsi kondisional yang yang berfungsi menjelaskan keadaan yang kemungkinan akan terjadi, konjungsi perbandingan, konjungsi korelatif, konjungsi penegas, dan konjungsi penjelas.

By hary