Mengenal Lebih Dalam Mengenai Kamera Thermal

Apakah kamu sudah memahami tentang kamera thermal? Jika belum yuk cari tahu mengenai kamera jenis ini. Kamera jenis ini sudah banyak sekali digunakan orang untuk mendeteksi covid dengan fiturnya yang dapat mendeteksi suhu dari jarak jauh.

 

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Kamera Thermal

Thermal Camera adalah sebuah kamera yang menangkap dan membuat gambar dari sebuah objek dengan menggunakan radiasi infra merah yang dipancarkan dari objek tersebut, dalam proses ini disebut Imaging Thermal. Gambar yang dihasilkan mewakili suhu objek yang ditangkap. Sama seperti kamera pada umumnya yang mampu mengambil gambar menggunakan cahaya tampak. Tetapi kamera umumnya hanya mampu menangkap panjang gelombang pada rentang 400 – 700 nanometer dari cahaya tampak, sedangkan kamera termal dapat menangkap panjang gelombang dari sekitar 1000 nm (1 μm) hingga sekitar 14.000 nm (14 μm).

BACA JUGA : CCTV Cilacap

Termal kamera menangkap gambar dari panas, bukan dari cahaya tampak. Panas (inframerah atau energy panas) dan cahaya merupakan bagian dari spectrum elektromagnetik, tetapi kamera yang dapat mendeteksi cahaya tampak tidak akan melihat energy panas, dan sebaliknya. Kamera termal terdiri dari lensa, sensor termal, elektronik pemrosesan dan beberapa mekanik housing. Lensa memfokuskan energy infra merah ke sensor.

Sensor yang diaplikasikan ada berbagai macam, dari 80 × 60 hingga 1280 × 1024 piksel atau lebih, ini disebut sebagai resolusi kamera. Resolusi ini lebih rendah dibandingkan dengan kamera cahaya tampak pada umumnya, karena detector kamera termal harus dapat merasakan energy yang memiliki panjang gelombang jauh lebih besar daripada cahaya tampak, yang mengharuskan setiap elemen sensor menjadi jauh lebih besar. Akibatnya, kamera termal memiliki resolusi yang lebih rendah dibandingkan dengan sensor yang terlihat dari ukuran mekanik yang sama.

 

Pengaplikasian termal kamera ini cukup banyak, diantaranya :

 

  1. Electrical Wiring Maintenance

Koneksi kabel listrik melibatkan koneksi fisik antara kabel dan berbagai sambungan, dan juga diantara sambungan dengan peralatan listrik. Ciri dari sambungan listrik yang baik adalah nilai hambatan listrik pada sambungan tersebut sangat rendah. Efesiensi listrik juag bergantung pada nilai hambatan sambungan ini. Listrik yang melalui hambatan, akan menghilangkan sebagian daya listrik.

Energi  yang hilang ini akan berubah menjadi panas. Jika kualitas dari sambungan menurun, akan menyebabkan energy yang hilang sebagai panas tersebut meningkat. Dengan meningkatnya hambatan, sambungan kabel atau konektor akan mengalami fenomena yang disebut ohmic heatingTeknisi maintenance dan elektrik akan menggunakan termal kamera untuk mencari titik lokasi panas (hot spots) pada panel listrik dan pengawatan kabel.

  1. Pengecekan Peralatan 3 Phase

Peralatan listrik 3 phase tersambung dengan sumber listrik melalui 3 kabel. Arus yang mengalir pada tiap kabel atau phasenya harus memiliki nominal yang sama. Bagaimanapun, pasti akan ada kemungkinan terjadinya unbalance atau keadaan dimana nilai arus atau tegangannya tidak seimbang di tiap phasenya. Akibatnya, terjadi perbedaan suhu di antara ketiga sambungan.

Kamera termal dapat menggambarkan ketidakseimbangan ini denan mudah. Menjadi sebuah pertimbangan, dengan kemudahan kamera termal, kita dapat menginspeksi sambungan listrik di atas kepala (overhead) atau trafo yang dipasang jauh dari permukaan tanah.

  1. Maintenance Pada Instalasi Mekanikal.

Instalasi pada mesin mekanis memerlukan tingkat presisi yang baik, jika tidak, mesin akan mengalami gangguan seperti getaran berlebih atau tekanan bergelombang. Dengan menggunakan kamera termal, kita dapat melihat panas yang diciptakan oleh gaya seperti gesekan. Hal ini dapat memberikan kita pengamatan lebih jelas tentang kesehatan mesin atau alat mekanik lainnya.

Berikut merupakan manfaat penggunaan Thermal Camera dalam lingkup Rumah Sakit:

  1. Pengukuran Suhu Tubuh Tanpa Kontak Fisik

Teknologi Thermal Camera memampukan petugas medis untuk melakukan pengukuran suhu tubuh tanpa adanya kontak fisik. Teknologi skin temperature measurement dapat menggantikan peran thermo gun manual untuk mengecek suhu tubuh pasien. Dengan tingkat akurasi yang tinggi, thermal kamera dapat menghasilkan hasil pengukuran yang akurat dengan toleransi kesalahan maksimal ± 0,5 °C. Dengan berkurangnya kontak fisik petugas medis dengan pasien, risiko penularan virus Covid akibat kegiatan pengukuran suhu Tubuh pun semakin menurun.

  1. Memudahkan Pengarsipan Pengukuran Suhu Tubuh Setiap Pasien

Jika pengukuran suhu tubuh konvensional dilakukan dengan pencatatan secara manual, penggunaan thermal camera membantu pihak rumah sakit dalam pengarsipan hasil pengukuran suhu tubuh. Data hasil pengukuran suhu tubuh kini sudah dapat diidentifikasi berdasarkan nama pasien melalui fitur Facial Recognition. Setelah data foto pasien didaftarkan, record perhitungan suhu tubuh setiap pasien sudah dapat diarsipkan secara digital, sehingga dapat mengurangi waktu administrasi dalam pengarsipan data hasil pengukuran tersebut.

  1. Mengurangi Risiko Human Error

Dengan adanya fitur facial recognition, maka data pengukuran suhu tubuh akan disimpan berdasarkan nama pasien secara otomatis, sehingga dapat memangkas human error yang dapat terjadi akibat proses pengarsipan data hasil suhu tubuh yang sebelumnya dilakukan secara manual.

  1. Memudahkan moritoring perkembangan pasien secara berkala

Dengan adanya keterangan waktu pada saat pengambilan data suhu tubuh pasien, tenaga medis dapat memantau perubahan maupun perkembangan yang terjadi pada suhu tubuh pasien pada periode waktu tertentu.

  1. Memudahan pemantauan jarak jauh kondisi suhu tubuh pasien

Menggunakan konsep Integrated Thermal Monitoring, suhu tubuh pasien kini dapat dipantau oleh petugas pasien dari berbagai tempat. Melalui integrasi Thermal Camera dengan Platform Smart Hospital dalam bentuk web based maupun app based, data hasil pengukuran suhu tubuh pasien kini dapat diakses melalui device yang diakses dimana saja, kapan saja sehingga memudahkan petugas medis dalam melakukan pemantauan pasien.