Jenis Teori Politik

Jenis Teori Politik

Jenis Teori Politik

Teori dapat diartikan sebagai jalan, model pola pikir, atau pendapat yang dikemukakan oleh seseorang sebagai gambaran suatu peristiwa. Sedangkan politik berarti negara (berasal dari kata polis).

Politik juga memiliki makna sebagai proses pembentukan dan distribusi kekuasaan dalam masyarakat, yang berlangsung antara lain dalam bentuk proses pengambilan keputusan, khususnya di negara. Pemahaman ini merupakan upaya untuk menggabungkan definisi yang berbeda dari esensi politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik juga dapat dilihat dari berbagai perspektif, yaitu:

Politik adalah upaya warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).
Politik adalah urusan negara dan administrasi negara.
Politik adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat.
Politik adalah semua tentang proses merumuskan dan melaksanakan kebijakan publik.

 

Teori Politik Klasik

  • Teori politik sokrates

Socrates memiliki kepribadian sebagai ahli teori politik yang berusaha untuk jujur, adil dan rasional dalam kehidupan sosial dan mengembangkan teori politik yang radikal. Namun, kemauan politik dan kecenderungan Socrates sebagai ahli teori politik membawa kematian dengan hukuman mati dari Pengadilan Rakyat (MR).

Metode Socrates mengambil bentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Socrates, di sisi lain, menggambarkan etika dengan inti pikiran, yaitu bahwa orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Dan pada akhirnya, rasa rasionalisme dipromosikan sebagai bentuk teori politik oleh Socrates.

  • Teori politik Plato

Filsafat politik digambarkan oleh Plato sebagai cerminan dari teori politik. Dalam teori ini, filsafat politik keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian, yaitu pikiran atau akal, roh/keberanian, dan nafsu/keinginan akan kekuasaan.

Plato memiliki idealisme, yang secara operasional meliputi: pemahaman tentang ruh yang menentukan tujuan dan nilai-nilai kehidupan etis, pemahaman matematika, etika kehidupan manusia, yaitu menjalani kehidupan yang bahagia dan bahagia serta menjadi intelektual dan rasional, teori negara ideal, teori asal usul negara, tujuan negara, fungsi negara dan bentuk negara, pembagian kelas dalam negara, teori keadilan dalam negara dan tori kekuasaan Plato.

  • Teori politik Aristoteles

Teori politik Aristoteles bernuansa filsafat politik, yang meliputi: filsafat teoretis, filsafat praktis, dan filsafat produktif. Teori negara, yang dirumuskan sebagai bentuk persekutuan hidup yang erat antar warga negara dalam rangka menciptakan persatuan yang kuat. Untuk alasan ini, perlu untuk mendirikan negara kota (polis).

Asal usul negara, negara terbentuk dari liga desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota. Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara, yang merupakan kebaikan tertinggi. Aristoteles berpendapat bahwa poros kekuasaan dalam negara adalah hukum. Oleh karena itu, penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. Sedangkan warga negara adalah orang-orang yang masih mampu berperan.

 

Teori Politik Abad Pertengahan

  • Teori politik Agustinus

Agustinus melihat perbandingan antara negara sekuler dan negara ilahi. Negara sekuler dipandang sebagai pengalih perhatian oleh penguasa yang arif dan bijaksana, sehingga kekuasaan ada dalam berbagai kejahatan seperti arogansi. Sementara itu, negara Tuhan menghargai semua yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran.

Perkembangan negara sekuler berupa negara modern di mana penguasa ingin menggunakan cara-cara paksaan menurut kehendaknya sendiri. Sedangkan pembangunan tanah Tuhan didasarkan pada kasih Tuhan. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan melalui konflik kepentingan yang dominan, keserakahan akan kekuasaan, ketidakadilan di pengadilan, perang.

Keadilan politik di tanah Tuhan karena ditopang oleh nilai keyakinan dan keyakinan tentang:

  • Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara
  • Keadilan diletakkan sebagai dasar negara
  • Kehidupan warga negara penuh dengan ketaatan
  • Penguasa bertindak sebagai pelayan dan pejabat.

 

Teori Politik Modern

  • Teori Politik Thomas Hobbes

Teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris, kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951, Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal.

Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat: bersaing, membela diri, dan ingin dihormati. Untuk menghindari kematian, Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth.

Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com