Hukum Aqikah Menurut Ajaran Agama Islam

Kehadiran buah kesayangan dalam keluarga pasti jadi kebahagiaan tertentu untuk tiap pasangan yang telah menikah. Dalam Islam, biasanya mereka akan lakukan acara syukuran yang umum disebutkan akikah.

Akikah jadi rangkaian acara yang sudah dilakukan umat Islam untuk memperlihatkan rasa sukur atas kedatangan sang Kecil ke dunia. Akikah sama dengan ritual pemangkasan kambing sebagai wujud rasa sukur.

1. Hukum akikah dalam Islam
Acara penyambutan buah kesayangan dalam agama Islam ini ternyata jadi tuntunan yang sudah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW sebelumnya. Adapun hukum akikah dibagi jadi dua, yakni hukum harus dan sunah.

Pembagian hukum akikah ini didasari dari alasan dan tafsiran yang telah dilaksanakan oleh beberapa ulama. Di mana secara harus telah diterangkan dalam hadis kisah Ahmad yang mengeluarkan bunyi:

“Anak-anak itu tergadai (ketahan) dengan akikahnya, disembelih hewan buatnya di hari ke-7 , dicukur kepalanya dan dinamakan.” (HR Ahmad).

Dalam hadis itu, beberapa ulama menerjemahkan jika seorang anak tidak bisa memberikan faedah pada orangtuanya bila dia belum diakikah. Tetapi, opini ini juga masih mendapatkan penampikan dari banyak ulama yang mengatakan jika akikah hukumnya sunah.

Seterusnya bila menyaksikan secara hukum sunah, akikah terhitung ke sunah muakkad atau sunah yang perlu diprioritaskan. Tujuannya ialah, bila orang-tua muslim sanggup melakukan akikah untuk anaknya, karena itu disarankan untuk melakukan saat anak masih bayi. Tetapi, untuk orang-tua yang kurang sanggup dalam keuangan, karena itu penerapan akikah bisa dihilangkan.

2. Waktu penerapan akikah
Diterangkan dari Samurah bin Jundab, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Semua anak tergadaikan dengan akikahnya yang di hari ke-7 nya disembelihkan hewan (kambing), dinamakan dan dicukur rambutnya.”

Adapun dari sabda Rasulullah di atas membuat beberapa ulama memiliki pendapat jika waktu penerapan akikah disarankan tujuh hari sesudah kelahiran bayi mama.

Tapi, bila memang tidak mengizinkan dilaksanakan pada saat yang telah disarankan, karena itu penerapan akikah dapat ditukar pada hari ke-14 atau hari ke-21 sesudah lahir.

Seterusnya untuk orang-tua muslim dengan keuangan yang kurang sanggup, jadi tidak diharuskan mengadakan akikah di saat itu. Ada ulama yang mengatakan jika akikah dapat dilaksanakan kapan pun bila ada kekuatan.

3. Persyaratan pilih hewan untuk akikah


Umumya penerapan akikah dilaksanakan dengan menyembelih hewan berbentuk kambing. Tidak sekedar pilih kambing untuk disembelih, tapi Mama harus juga memperhatikan persyaratan dalam tentukan hewan untuk akikah.

Penyeleksian hewan untuk akikah sebenarnya sama dengan persyaratan yang ditetapkan saat menentukan hewan kurban. Di mana kambing yang hendak disembelih harus berkualitas, sehat, bebas penyakit, dan tidak cacat. Tambahan yang lain, kambing yang diputuskan untuk akikah seharusnya berumur minimum 1/2 tahun ya.

4. Pemberian daging akikah yang telah disembelih


Menurut tuntunan Islam, tata langkah pembagian daging akikah yang telah disembelih seperti dengan pemotongan hewan kurban.

Tetapi yang membandingkan ialah hasil daging akikah harus dikasih ke tetangga dan famili berbentuk yang telah masak, jangan diberi berbentuk mentah seperti daging kurban.

Ini seperti tercantum pada hadis Aisyah r.a yang mengeluarkan bunyi: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk anak wanita. Dia diolah tanpa memutus tulangnya. Lantas dikonsumsi (oleh keluarganya), dan disedekahkan di hari ke-7 .” (HR Al-Bayhaqi)

Maknanya, Mama dan Papah yang melakukan akikah disunahkan untuk konsumsi daging akikah. Lantas sepertiga daging yang lain dapat dikasih ke tetangga, famili, atau fakir miskin yang memerlukan.

5. Bacaan doa untuk bayi yang diakikah
Paling akhir sebagai poin utama pada proses akikah ialah pembacaan doa untuk bayi mama yang diakikah. Adapun doa yang dipercaya untuk dibacakan pada bayi ialah seperti berikut:

“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Maknanya : “Saya perlindungkan kamu, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang sempurna, dari setiap bujukan syaitan, dan setiap penglihatan yang penuh kedengkian.”

Itu ia tata langkah dan hukum akikah dalam tuntunan Islam. Mudah-mudahan infonya berguna untuk Mama dan Papah yang hendak mengadakan acara akikah untuk sang Kecil ya. Kunjungi website: Paket Aqiqah Jakarta